• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Pakar Pidana : KPK Harus Berani Usut Laporan Terhadap Yasonna

24 January
19:24 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pakar hukum pidana dari Universitas Soedirman, Hibnu Nugroho menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu merespon laporan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas dugaan perintangan penyidikan terhadap tersangka Harun Masiku.

Respon akan membuktikan KPK tidak memandang siapa yang melakukan kesalahan, tapi perbuatan yang telah dilakukan.

BACA JUGA: Koalisi Antikorupsi Minta KPK Responsif, Jangan Diam Atas Kasus Yasonna

"Ini bagian dari tantangan penegak hukum oleh KPK. Kita tidak lihat siapa yang melakukan, tapi perbuatan yang dilakukan. KPK harus berani, kalau tidak, segera disebutkan. Kalau ada, harus ada suatu tindakan yang lebih lanjut," ungkap Hibnu Nugroho pada Pro3 RRI Jumat (24/1/2020).

"Ini tantangan KPK. Ini suatu kepercayaan negara, kalau KPK memang dibutuhkan dan tidak tebang pilih," tambahnya.

Sebelumnya Hibnu mengatakan, setiap informasi yang masuk termasuk KPK tentu sangat membantu bagi penegak hukum. Untuk itu KPK harus berhati-hati dengan memperhatikan perkembangan informasi yang ada saat ini.

"Laporan mempunyai suatu nilai, sangat membantu bagi penegak hukum untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Apakah betul atau tidak, masalah nomor dua. Yang jelas ini bagian dari partisipasi masyarakat yakni memberikan informasi pada penegak hukum," ujarnya.

BACA JUGA: KIP : Perlu Penelitian Buktikan Dugaan Kebohongan Informasi Yasonna

Seperti sudah diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melaporkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas dugaan perintangan penyidikan terhadap tersangka Harun Masiku kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis, (23/1/2020) di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Ket Foto : Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (kanan) bersama Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melaporkan Menkumham Yasonna Laoly ke KPK, ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00