• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Coronavirus : Pekerja China Banyak di Ternate

24 January
19:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Ternate : Antisipasi wabah Pneumonia aneh atau dikenal luas dengan virus Corona yang berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah merambah beberapa negara di dunia. Untuk Indonesia, saat ini terus dilakukan pengawasan ketat di Bandara Sultan Babullah Ternate maupun di lokasi tambang yang ada di Provinsi Maluku Utara.

Pengawasan ketat dilakukan karena banyaknya warga negara China yang bekerja di wilayah Maluku Utara dengan pintu masuk terbanyak melalui Bandara Sultan Babullah Ternate, sehingga dipasang pendeteksi suhu manusia atau Thermal Scanner oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Ternate.

Kepala KKP Kelas III Ternate dr. Aulianto mengatakan, mengantisipasi wabah virus Corona masuk ke Ternate dan Maluku Utara, karena aktivitas warga negara China yang masuk melalui Bandara maupun Pelabuhan Laut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak KKP Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado sebelum ke Ternate agar dapat dilakukan notifikasi jika ada yang mengalami demam.

”Koordinasi yang dilakukan ini karena adanya penerbangan direct dari kedua Bandara tersebut ke Ternate, sehingga warga asing terutama dari China dapat dikenakan pengawasan ketat saat masuk ke Ternate,” ungkap Aulianto kepada RRI, Jumat (24/1/2020).

Dalam melakukan pengawasan di Bandara, dibenarkan Aulianto, telah dipasang alat pendeteksi suhu manusia atau Thermal Scanner, sehingga dapat memantau semua kedatangan penumpang.

Ini dilakukan terutama bagi para pekerja asing yang datang dan suhu badannya 38 derajat akan dilakukan pengendalian.

Begitu pula di tambang yang ada di Maluku Utara pihaknya telah menurunkan petugas dengan membawa Thermal Infrared.

Pengawasan di perusahaan tambang telah dilakukan koordinasi dengan pengelola serta kapal yang datang mengangkut hasil tambang petugas Karantina Kesehatan juga dapat melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00