• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Legislator : Monumen Fatmawati, Pesan Kepada Dunia dan Anak Cucu Bengkulu

24 January
20:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Adanya bangunan monumen Ibu Agung Fatmawati yang terletak di Simpang Lima Kota Bengkulu, agar tidak diperdebatkan. Apalagi akhir-akhir ini sampai mengait-ngaitkan dengan masalah ibadah.

Padahal keberadaan monumen Ibu Fatmawati itu merupakan simbol semangat dalam rangka memberitahukan kepada generasi sekarang dan berikutnya, bahwa di Bengkulu ini ada pahlawan nasional sekaligus ibu negara pertama bangsa Indonesia, yang menjahit Sang Saka Merah Putih.

“Saya minta jangan dikait-kaitkan dengan masalah ibadah, mengingat jika dibuat untuk disembah ketika zaman patung dulu, tidak begitu dan saya juga tidak setuju. Pemerintah berniat memajang monumen Ibu Fatmawati di lokasi itu, untuk memberitahukan kepada masyarakat dan generasi yang akan datang, bahkan juga kepada dunia, bahwa Bengkulu masuk dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, dengan adanya sang saka merah putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Suimi Fales, ketika menyikapi munculnya pro dan kontra keberadaan monumen Ibu Agung Fatmawati di Bengkulu, Jumat (24/1/2020).

Selain itu Suimi meminta, dengan adanya monumen Ibu Fatmawati ini, termasuk rumahnya, termasuk anaknya Megawati Soekarnoputri telah pernah menjadi Presiden dan saat ini cucunya, Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI, Pemerintah agar dapat lebih memberikan perhatian khusus kepada daerah Bengkulu. Mengingat jika selama ini belum sepenuhnya terlihat, supaya lebih terlihat lagi ke depannya.

“Setelah diresmikannya monumen Ibu Fatmawati yang direncanakan oleh Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Megawati beserta Ibu Puan Maharani, agar Bengkulu lebih diberikan perhatian dalam segala bidang,” harap politisi PKB Bengkulu ini.

Lebih jauh mengenai wajah monumen Ibu Fatmawati tidak mirip dengan di foto-foto yang ada, dirinya mengaku tidak memperhatikan ke arah wajah dan dirinya juga belum pernah melihat monumen tersebut karena saat ini masih tertutup kain.

“Saya belum tahu soal wajah di monumen, sebab belum melihat. Tapi lagi-lagi saya minta jangan lagi diperdebatkan, apalagi sampai adanya penolakan. Itu hanya untuk memberitahukan ke dunia bahwa Bengkulu ada Ibu Fatmawati si penjahit sang saka merah putih yang dikibarkan pertama kali saat Indonesia Merdeka, 17 Agustus 1945,” tegas Suimi Fales.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00