• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Wonogiri Ungkap Kasus Bermodus Pencurian di ATM

24 January
21:52 2020
0 Votes (0)

KBRN, Wonogiri : Tim Satreskrim Polres Wonogiri berhasil meringkus pembobol ATM yang sudah beroperasi puluhan kali yakni Istiarto (34) warga Plaseman, Rejosari, Natar, Lampung Selatan.

Penangkapan tersangka terpaksa dihadiahi timah panas lantaran berupaya kabur dan melawan saat hendak ditangkap petugas di rumahnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku pembobolan ATM ini ditahan di Rutan Mapolres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing yang didampingi Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito saat memberikan keterangan persnya mengatakan sebelum mengambil tindakan tegas dan terukur petugas sempat memberikan tembakan peringatan.

“Sebetulnya petugas sudah memberikan peringatan untuk menyerah, namun diindahkan. Akhirnya petugas menghadiahi timas panas yang diarahkan di kaki kirinya,” tukas Kapolres, Jumat (24/1/2020).

Dalam keterangan persnya, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengatakan bahwa pelaku pembobol ATM berdasarkan laporan, beraksi di dua TKP di Wonogiri.

“TKP pertama kata Kapolres terjadi di bulan November 2019 di Kecamatan Sidoharjo kemudian di TKP kedua yakni 6 Januari 2020 di anjungan dekat Pasar Wonogiri Kota,” cetusnya.

Dikatakan Kapolres, modus yang dijalankan nyaris sama yakni pura-pura menolong korban ketika kesulitan saat mengambil uang tunai di ATM.

“Selain menukar kartu ATM milik korban, pelaku juga mencuri PIN ATM korban dengan cara pelaku mengintip saat korban memasukkan nomor PIN,” ungkap Kapolres.

Untuk selanjutnya, ketika korban pergi dari anjungan barulah beraksi menguras isi tabungan korban.

“Pengambilannya juga tak hanya satu anjungan, ada beberapa anjungan yang digunakan untuk menguras harta korbannya,” tukasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan, dalam melancarkan aksinya pelaku mengincar korban yang rata-rata sudah berusia tua.

Dari dua TKP pelaku berhasil mengeruk uang totalnya sebanyak Rp 73.017.500,” ungkap Kasatreskrim.

Dikatakan, rekam jejak pelaku merupakan residivis dan sempat mendekam ditahanan Lampung Selatan pada 2016 silam selama 1 tahun 6 karena kasus yang sama.

“Akibat perbuatannya tersbut pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkas Kasatreskrim.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00