• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

30 Ribu Wisatawan Ditargetkan Ikut Perang Air di Selat Panjang

24 January
21:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Tradisi lama masyarakat Tionghoa yang ada di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti saat menyambut tahun baru Imlek yang sampai sekarang masih terus dipertahankan dan digelar yakni tradisi perang air.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat mengatakan tradisi perang air yang digelar selama enam hari di awal bulan tahun baru Cina ini merupakan tradisi lama yang hanya ada dua di dunia yaitu di negara Thailand dan Selat Panjang, Kabupaten Meranti, Riau, Indonesia.

"Tradisi perang air hanya ada dua di dunia yakni di Thailand dan Selat Panjang. Dimana penyelenggaraannya berlangsung selama enam hari di awal bulan tahun baru Cina," katanya, Jumat (24/1/2020) kepada Radio Republik Indonesia (RRI).

Dijelaskannya perang air diselenggarakan pada 25 - 30 Januari 2020, dan untuk pembukaan secara resmi dilaksanakan tanggal 27 Januari 2020 sore yang rencananya dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI.

"Perang air dimulai tanggal 25 besok hingga 30 Januari 2020, dan untuk pembukaan resmi pada 27 Januari yang akan dihadiri Wakil Gubernur, karena sudah konfirmasi. Sedangkan dari Kementerian Pariwisata RI masih belum memberikan konfirmasi kehadirannya," ujarnya.

Sementara ketika ditanya mengenai target jumlah kunjungan wisatawan yang datang ikut perang air, Rizki mengungkapkan pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun ini mengalami peningkatan 20 persen dibanding tahun 2019, dengan jumlah kunjungan 25 ribu orang.

"Untuk target kunjungan wisatawan di tahun ini ada kenaikan lah dibanding tahun kemarin, jika tahun kemarin wisatawan yang datang sebanyak 25 ribu orang, maka di tahun ini ya ada naiklah sekitar 20 persennya," jelasnya.

Diungkapkan, wisatawan mancanegara (Wisman) yang paling banyak datang mengikuti perang air berasal dari Malaysia, Singapura, Cina dan bahkan dari USA.

"Kalau Wisman yang paling banyak datang ikut perang air, dari Malaysia, Singapura, Cina dan bahkan ada juga dari USA," ungkapnya.

Diimbau kepada masyarakat Riau untuk hadir dan mengikuti perang air, karena kegiatan ini merupakan tradisi lama yang masih ada serta banyak kegiatan yang akan diselenggarakan selama berlangsungnya perang air.

"Saya imbau kepada seluruh masyarakat Riau untuk hadir dan ikut festival perang air ini, sebab ini tradisi lama yang masih ada dan nantinya juga akan banyak kegiatan yang akan diselenggarakan," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00