• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Mercy Corps dan Bayer Indonesia Bantu Petani di Sigi Sulteng Pasca Bencana

24 January
22:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sigi : Pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018, Mercy Corps Indonesia hadir di Kabupaten Sigi dalam program "akses air untuk pertanian", bekerja sama dengan Bayer Indonesia. Mercy Corps Indonesia telah mendistribusikan mesin pompa air untuk pertanian. Program ini bertujuan untuk memulihkan kembali mata pencaharian petani pasca gempa bumi yang melanda tiga wikayah di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi.

Ade Soekadis Executive Director Mercy Corps Indonesia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi beserta jajarannya yang telah membantu dan mendukung program mereka. Ia juga memberikan apresiasi kepada Bayer Indonesia yang telah menjadi mitra sehingga Mercy Corps Indonesia bisa memberikan dampak positif terhadap petani dan masyarakat di Sigi.

"Kemitraan ini merupakan kemitraan yang baik serta saling menguntungkan dan kami harapkan bisa memberikan dampak positif kepada petani dan masyarakat serta berkelanjutan," kata Executive Director Mercy Corps Indonesia pada peresmian instalasi pompa dan panen jagung di Desa Kalawara Kec. Gumbasa, Sigi (24/1/2020).

Mercy Corps Indonesia juga mempunyai komitmen untuk melakukan program jangka panjang di Sigi untuk dua tahun kedepan yaitu untuk mendampingi masyarakat dan desa-desa di Sigi dalam rangka pengurangan resiko bencana dan salah satu faktor penting dalam hal tersebut ialah ketahanan atau ketangguhan dari masyarakat.

"Kami ingin memperkuat sisi perekonomian masyarakat di Sigi," ujarnya

Peran Kepala Desa, para petani dan masyarakat juga sangat penting karena kerja sama ini memerlukan masukan dan peran dari berbagai pihak. "Kami tidak akan bisa berbuat banyak kalau tidak ada dukungan dari para petani dan masyarakat". Ucap Ade Soekadis.

Mohan Babu Director Bayer Indonesia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sigi serta berterima kasih atas kehadiran para petani Sigi untuk partisipasi aktif dan keterlibatannya serta kepercayaannya kepada Bayer.

Ini merupakan kunjungan kedua di Kabupaten Sigi, hadir pertama kali pada bulan november 2018 untuk mendistribusikan air bersih dan peralatan kesehatan kepada para pengungsi yang pada saat itu tinggal di tempat pengungsian.

"Didalam tahap pertama hadir disini untuk mendistribusikan air bersih dan peralatan kesehatan serta kebersihan kepada para pengungsi dan sangat bahagia dengan didukung oleh Mercy Corps kita telah berhasil mendistribusikan air bersih kepada 30.000 orang yaitu sekitar 1/3 dari seluruh total pengungsi dari bencana ini. Ditahap kedua kami memahami bahwa ada kerusakan di irigasi Gumbasa yang menghambat petani untuk bisa menanam oleh karena itu kami mendistribusikan pompa air dan juga memberikan pelatihan mengenai praktek bertani yang baik kepada petani disini serta mengubah komoditasnya dari bertani padi kami mengajari mereka bertani jagung," jelasnya.

Dengan bantuan distribusi pompa air dan pelatihan pertanian petani dapat memanen jagung untuk pertama kalinya sejak bencana  mencapai angka 7,9 ton/hektar.

"Saya.mengucapkan selamat kepada petani karena ini pencapaian yang bukan main dan merupakan bukti Sigi mempunyai potensi untuk bisa mengembalikan ekonominya dengan cepat dan untuk kedepannya Bayer bisa memberikan komitmen bahwa Bayer akan berinvestasi di Sigi dan di Palu," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Sigi dalam sambutannya mengatakan bahwa kerugian Daerah pasca gempa bumi dan likuifaksi sangat besar baik sarana prasarana milik Pusat, Provinsi dan Kabupaten yaitu mencapai 11,1 triliun Kemudian kita recovery kembali untuk penyusunan kembali perbaikan-perbaikan dalam bentuk perencanaan program. Dari data BAPPEDA Kabupaten Sigi yang disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi (Gubernur) untuk diteruskan ke BAPPENAS itu mencapai 13,1 triliun begitu besar anggaran yang coba kami susun.

"Sehingga dalam pasca 1 tahun lebih ini, dukungan-dukungan dari Pemerintah Pusat, para NGO sangat luar biasa membantu pemulihan pasca bencana. Termasuk bangunan-bangunan huntara untuk masyarakat dan huntap yang berjalan baik (hampir selesai)," jelasnya

Lebih lanjut Irwan menyampaikan hampir 80% bergerak dibidang pertanian dan khususnya wilayah sepanjang Gumbasa sampai dengan ketitik bawah Kecamatan Biromaru dan Kecamatan Dolo.

"Pembangunan irigasi sudah berjalan (sudah selesai ditahap awal), sesuai data dari Wakil Menteri PUPR sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Pusat bahwa pembangunan ini akan selesai di Tahun 2021 dan tuntasnya di 2022 dan sudah mengaliri hampir kurang lebih 1500 Ha dari 8000 lebih hektar dari sawah yang ada di Sigi yang rusak akibat gempa," ujarnya.

Melalui Intervensi Pusat, Provinsi dan dari NGO terjadi perbaikan-perbaikan. Salah satunya intervensi yang diberikan oleh Mercy Corps Indonesia dan Bayer Indonesia telah memberikan ruang yang kepada masyarakat petani Sigi yaitu bantuan instalasi pompa irigasi, bantuan bibit jagung dan sejumlah kebutuhan lainnya. Ada beberapa hal yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten terkait dengan penguatan-penguatan pertanian dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi masyarakat baik sebelum gempa maupun sesudahnya, yang pertama adalah terkait dengan perkebunan dan pertanian khususnya di Kabupaten Sigi menjadi modal utama Pemerintah Daerah dan menerus mendorong sarana prasarana sekalipun dalam keterbatasan, kemudian penguatan-penguatan bibit yang tentu mempunyai kualitas.

Diakhir sambutannya Bupati Sigi juga berterima kasih kepada Mercy Corps dan Bayer yang telah banyak membantu masyarakat di Sigi.

Turut Hadir pula pada kesempatan itu, Executive Director Mercy Corps Indonesia, Director Bayer Indonesia, Unsur FORKOPIMDA, Kepala UPT PSDA Wilayah I Provinsi Sulawesi Tengah, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi Perwakilan Bank Indonesia, Perwakilan Bank Sulteng, Camat Gumbasa, Camat Biromaru, Kepala Desa Maku, Maranata, Jono Oge, Sidondo III, Sidondo IV, Sibowi, Sibalaya Utara, Sibalaya Barat, Kalawara, Para Penyuluh Pertanian dan Para Gapoktan.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00