• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Warga Petak 9 Glodok : Hujan Jelang atau Saat Imlek Itu Hoki, Kami Nikmati Saja

25 January
06:19 2020
0 Votes (0)

Oleh : Jorike Fitri

KBRN, Jakarta : Perayaan Tahun Baru China atau dikenal dengan Imlek menjadi penuh keprihatinan akibat wabah Coronavirus yang menghantam China sejak sepekan terakhir.

Warga keturunan Tionghoa di Indonesia prihatin atas musibah di China, dan mendoakan agar semua korban meninggal dunia di sana mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan bisa berbesar hati menghadapi musibah yang tidak diinginkan umat manusia tersebut.

Kusnan, warga keturunan Tionghoa di kawasan Glodok, Jakarta turut mengekspresikan keprihatinan di awal Imlek 2020 ini. Dia mengutarakan, saat ini merayakan Imlek tidak harus mewah, bahkan masakan yang disajikan juga tak harus mahal, yang penting kebersamaan. Bahwa semua bersyukur masih bisa berkumpul dengan keluarga yang dicintai, orang-orang yang disayangi.

Tradisi keluarga Pak Kusnan selalu berkumpul saat Imlek setiap tahunnya. Keluarga dari jauh datang ke Jakarta untuk kumpul bersama, sembahyang di Klenteng, kemudian makan bersama, bercengkerama menikmati Tahun Baru di Jakarta.

"Sebagai warga yang merayakan kita semua berdoa, memohon Tuhan YME supaya kita diberi rejeki untuk kebaikan di masa mendatang. Menghindari hal-hal yang kurang baik. Tradisi di keluarga kita reuni, kumpul semua keluarga dari jauh datang. Biasanya masak, tidak mesti mewah, yang penting kumpul keluarga," tutur Kusnan kepada RRI PRO3, Jumat (24/1/2020).

BACA JUGA: Ketua MPR RI : Gong Xi Fa Cai, Indonesia Kuat Karena Beragam

Pak Kusnan sedikit menuturkan, dalam perayaan Imlek, ini sudah tradisi dari nenek moyangnya dari China. Mereka datang ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu, kemudian menetap, sehingga tradisi Imlek melekat kuat hingga saat ini di Indonesia.

Tahun ini, shio tikus logam atau tahun tikus logam, menurut Kusnan harus disikapi dengan banyak berusaha dan berdoa. Tidak melakukan hal-hal yang aneh atau tidak berkenan, agar semua dilancarkan oleh sang Pencipta.

Satu hal yang cukup menarik, Pak Kusnan menyatakan, Imlek memang identik dengan hujan. Dan itu menurutnya tak usah diperdebatkan, melainkan nikmati saja. Kenapa begitu? Karena hujan bagi umat yang merayakan Imlek dianggap sebagai hoki atau keberuntungan.

"Imlek identik dengan hujan, menurut cerita orang kalau Imlek itu hujan bawa hoki, kira-kira begitulah," ujarnya.

Menutup perbincangan, Kusnan berharap di tahun tikus logam ini keluarganya baik-baik saja dan lebih sukses dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih besar lagi, Kusnan memimpikan satu hal, bahwa Indonesia tetap jaya dan aman.

"Jangan bermewah-mewah, yang penting hati kita, bukan dari kemewahan," tutupnya. (Foto: Jorike Fitri/RRI PRO3)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00